Tuesday, 15 January 2008

"Teroris Bahasa" oleh Saharil Hasrin Sanin

(Esei yang keempat).

Ringkasan:
Ketika kamu membaca ini, ada bahasa yang sedang mati dibunuh...

Panjang:
54 halaman

Trivia:
Satu-satunya esei yang dicetak dalam Bahasa Melayu.

Contoh:

5 comments:

sebol said...

duu saya pernah menulis tentang "istilah subversif" , kini saudara menulis tentang "teroris bahasa"

heh

an--ew said...

Sounded to be an interesting collection amir.

Anonymous said...

karangan tetek!

CoffeeHolic said...

okla sebab sekurang2nya sahiril ade bende nak ckp pasal tetek dr his own point of view. kan amir?

haha

Amir said...

Just saw that there is a response to this essay here.